Sarahdevina's Blog

Juni 4, 2010

Sistem Informasi Psikologi

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 1:55 pm

SISTEM INFORMASI

KONSEP DASAR

A. KONSEP DASAR SISTEM

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.

Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :

1. Setiap sistem terdiri dari unsurunsur

2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

B. KONSEP DASAR INFORMASI

Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.

C. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi terdiri dari komponenkomponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Komponen input

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.

2. Komponen model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Komponen hardware

Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

8. Komponen kontrol

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

ELEMEN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi terdiri dari elemenelemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.

1. Orang

Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP

2. Prosedur

Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.

3. Perangkat keras

Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.

4. Perangkat lunak

Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

a. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.

b. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.

c. Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

5. Basis data

File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, an lain sebagainya.

6. Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabelkabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

7. Komunikasi data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan pirantipiranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputerkomputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

Karakteristik Sistem

  1. Memiliki komponen
  2. Memiliki batasan (boundaries)
  3. Memiliki lingkungan (environment)
  4. Memiliki interface
  5. Memiliki input
  6. Memiliki output
  7. Memiliki pengolah

Sistem Terbuka vs Tertutup

  1. Sistem terbuka adalah sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya
  2. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya

Sistem Informasi

1. Sistem informasi

Sistem terbuka yang menghasilkan informasi dengan menggunakan siklus :

Input—Proses—Output

2. Fungsi sistem informasi

Membantu individu/kelompok melaksanakan aktivitas

  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Pengontrolan
    • Pengambilan keputusan

Karakteristik Informasi yang Baik

  1. Relevan
  2. Tepat waktu
  3. Akurat
  4. Mengurangi ketidakpastian
  5. Mengandung elemen yang baru

CBIS

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.

Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Berbasis Komputer

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Era Globalisasi dan Tingginya Tingkat Kompetisi
Beberapa strategi yang dapat dilakukan setiap perusahaan untuk dapat memenangkan kompetisi yang dilakukan di era yang penuh gejolak ini.
1. Penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa.
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Marketplace yang tepat.
4. Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan keputusan.

Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar

Sumber:

http://narendro.staff.gunadarma.ac.id/

http://rahard.wordpress.com/2009/10/04/data-vs-informasi/

Gurindam 12

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:17 am

Gurindam 12

Berhubung saya dibesarkan di tanah melayu.. bagi yg belum tau, saya akan memperkenalkan sebuah hasil karya Raja Ali Haji seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas karena berisi 12 pasal, antara lain tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.

Gurindam I

Barang siapa tiada memegang agama,

sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,

maka ia itulah orang ma’rifat

Barang siapa mengenal Allah,

suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Barang siapa mengenal diri,

maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.

Barang siapa mengenal dunia,

tahulah ia barang yang terpedaya.

Barang siapa mengenal akhirat,

tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II

Barang siapa mengenal yang tersebut,

tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,

seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,

tidaklah mendapat dua temasya.

Barang siapa meninggalkan zakat,

tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,

tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V

Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.

Hal-hal yang Dibolehkan dalam Shalat

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:12 am

Hal-hal yang diperbolehkan dalam shalat :

1. mengangis, mengaduh, merintih, mengeluh, atau mengerang; baik kesemuanya itu timbul Karena takut takut kepada Allah atau karena sebab-sebab lain, seperti mengaduh waktu ada bencana atau sakit yang menimpa, selama hal itu tidak dibuat-buat dan sulit sekali untuk ditahannya.

2. Menoleh ke kana dan ke kiri kalau ada kepentingan yang mendesak selama tidak sampai memutar leher kebelakang

3. Membunuh ular, kalajengking. Dan binatang-binatang lain yang berbahaya walaupun memerlukan perbuatan yang banyak

4. Berjalan sedikit karena ada keperluan, selama tidak berpaling dari kiblat

5. Menggendong anak kecil dan membiarkannya bergantung

6. membaca tasbih atau bertepuk tangan dikala imam keliru

7. menjawab salam dengan isyarah

8. meningatkan imam akan bacaannya

9. Memuji Allah disaat bersin

10. Sujud diatas baju atau serban karena ‘udzur ; kalau tidak ‘udzur hukumnya makruh

11. teringat akan hal-hal yang tidak termasuk amalan shalat

12. membaca ayat melihat catatan

Sumber:

Shabir, M. (1978). “Bimbingan shalat”. Semarang: Mujahiddin

TIPS UNTUK BLACKBERRY USER

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:09 am

TIPS UNTUK BLACKBERRY USER

1. Pastikan memory internal anda tetap dalam kapasitas yang cukup.

2. File – file multimedia anda pastikan berada di dalam Media Card / Storage Card.

3. Biasakan mencabut baterai setiap 2-3 hari sekali,hal ini untuk menghapus sisa-sisa  file yang ditidak terpakai.

4. Berikut ada 2 shortcut yang mungkin bisa membantu anda:

• Untuk melihat sisa file atau file free , jangan habis kan waktu anda untuk membuka Options > Status.

Cukup tekan “Alt” + “Left Shift” + “Letter H” (menunjukkan info-info vital status blackberry anda)

• Untuk mereset blackberry anda, jangan buang waktu dengan mencabut baterai,

Cukup tekan “Alt” + “Right Shift” + “Del” ( Shortcut ini sama dengan mencabut baterai.)

5. Selalu rutin menghapus Browser Cache pada: Browser – Menu  – Options – Cache Operations

6. Bersihkan Event Log ALT + L G L G pada home screen.

7. Rutin Memory Cleaning: Options – Security Options – Enabled – Menu  – Clean Now

1. Cara Ganti / Swicth Blackberry baru

http://www.berryindo.com/cara-ganti-blackberry-handheld/

2. Cara Pakai Video Light Blackberry sebagai senter

http://www.berryindo.com/camera-flash-torch-light/

3. Cara Maintain Blackberry – Clean Memory

http://www.berryindo.com/maintain-clean-your-blackberry/

4. Cara cari Pin Blackberry

http://www.berryindo.com/4-cara-cari-blackberry-pin/

5. Cara Buat Shortcut Icon BBM Contacts

http://www.berryindo.com/cara-buat-shortcut-ikon-bbm-contacts/

6. Cara Buat Shortcut icon BB Groups

http://www.berryindo.com/cara-buat-ikon-blackberry-groups/

7. Cara Install, Uninstall / Hapus Themes Blackberry

http://www.berryindo.com/cara-aktivasi-hapus-uninstall-themes/

8. Cara Hapus Aplikasi Blackberry

http://www.berryindo.com/cara-hapus-aplikasi/

9. Cara Setting Symbol Autotext di Blackberry

http://www.berryindo.com/cara-setting-symbol-auto-text/

10. Cara Backup BBM Contacts utk BBM 55-57

http://www.berryindo.com/cara-backup-di-bbm-v5-0-0-55/

**Informasi PIN Suspend, Curi PIN, PIN Cloning

http://www.berryindo.com/pin-suspend-pin-cloning/

**Baca JUGA: Top 10 Frequently Asked Questions lainnya

http://www.berryindo.com/frequently-asked-questions/

**25 Best Blackberry Apps Download

http://www.berryindo.com/blackberry/blackberry-apps-download/

Ratings Recording dalam Metode Observasi

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:07 am

Ratings Recording dalam Observasi

Dengan ratings recording, Anda menilai perilaku berdasarkan skala atau checklist. Biasanya pada akhir periode observasi. Skala tersebut didesain sehingga Anda bisa menunjukkan tingkat mana yang (a) Anda telah mengobservasi perilaku (misal: kerjasama, agresi) atau (b) Anda melihat perilaku yg akan timbul pada anak. Jadi, Anda jangan hanya mengobservasi sang anak tetapi juga mengevaluasi tingkatan dimana perilaku dijadikan penilaian. Rating ini menghasilkan sebuah nilai ordinal(lihat Bab 4 Assessment of Children: Cognitive Applications). Skala rating biasanya melibatkan tingkatan yg lebih tinggi dari subjektivitas pengamat daripada melakukan metode pencatatan perilaku yang lain.

Penggunaan Umum dari Ratings Recording

Peringkat berguna untuk mengevaluasi aspek yang lebih global dari perilaku dan untuk impresi kuantitatif (misal:apakah orang yang diuji termotivasi atau hostile, apakah hasilnya dapat diandalkan). Checklist Perilaku dan Sikap pada  Tabel 7.6 dalam Bab 7 Assessment of Children:Cognitive Applications adalah salah satu prosedur rating yang bisa digunakan untuk mengukur perilaku ketika Anda melaksanakan tes. Skala peringkat berguna untuk menilai perilaku atau produk yang sulit untuk diukur secara langsung. Sebagai contoh , Anda dapat menggunakan sebuah skala peringkat yang berkisar dari sangat buruk (1) hingga baik sekali (7) untuk menilai legibilitas dari tulisan tangan, kualitas dari seni dan produk kerajinan tangan, kerapihan dari sebuah kamar, atau performance styles selama latihan fisik dan kegiatan lainnya. Untuk memberikan penilaian tentang intensitas dari sebuah perilaku, penilaian dari tidak intens (1) hingga sangat intens (7) adalah berguna. Karena skala peringkat mudah untuk distandarisasi, dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan dalam berbagai pengaturan.

Anda dapat membandingkan hasil yang berdasarkan rating dengan hasil yang diperoleh dari prosedur observasi yang lebih spesifik, seperti interval atau event recording. Perbandingan ini dapat menyingkap kekonsistenan dari hasil antar metode. Peringkat sangat berharga dalam beberapa situasi penilaian karena lebih murah dalam waktu dan sumber daya personil dibandingkan metode lain. Peringkat juga membolehkan Anda untuk (a) mempertimbangkan petunjuk yang lebih halus dan unik. (b) mengatasi fragmentasi penting yang terkait dengan perilaku, dan (c) mengevaluasi kualitas dan kesatuan dalam perilaku anak yang mungkin tidak bisa diakses dengan lebih detil dan pengkodean system yang objektif. Terkadang kita menjelaskan dimensi kuantitatif yang berhubungan dengan peringkat sebagai “Perilaku secara keseluruhan”.

Merancang Ratings Recording

Dalam merancang ratings recording, Anda harus memutuskan (a) lama waktu yang akan dihabiskan untuk mengobservasi sang anak, (b) panjang periode observasi,  (c) periode waktu selama Anda akan melakukan pengamatan, (d) perilaku target yang akan Anda observasi, dan (e) metode dari pencatatan data.

a. Frekuensi, panjang, dan waktu dari periode observasi.

Seperti metode pencatatan lainnya, umur sang anak, keadaan, dan alasan untuk penilaian akan mempengaruhi jumlah waktu  yang akan Anda butuhkan untuk mengobservasi sang anak, panjang dari periode observasi, dan kapan Anda harus mengadakan observasi tersebut. Satu sesi observasi dapat menghabiskan waktu dari 10 hingga 30 menit atau bahkan lebih lama. Ukur waktu pada saat melaksanakan periode observasi sehingga Anda mendapatkan sampel representatif dari perilaku. Jika memungkinkan, amati sang anak lebih dari sekali dan pada waktu yang berbeda dalam sehari.

b. Perilaku target

Seperti interval dan event recording, dasarkan pilihan dari perilaku target Anda atas informasi sebelumnya dari narasi rekaman, wawancara, pertanyaan arahan, dan hasil tes.

c. Metode dari pencatatan data

Peringkat Anda biasanya akan dicatat dalam skala yang memiliki 5 poin. Poin atau angka mewakili dari sebuah rangkaian kesatuan perilaku yang harus didefinisikan setepat mungkin. Berikut adalah beberapa format khas untuk skala peringkat:

Contoh 1:

Lingkari angka yang paling cocok:

5                      4                      3                      4                      5

Sangat                         Agak               Tidak               Agak tidak      Tidak

Kooperatif       Kooperatif       keduanya         Kooperatif       Kooperatif

Contoh 2:

Berbagi mainan (lingkari salah satu):

5                      4                      3                      2                      1

Selalu              Sering              Terkadang       Jarang              Tidak pernah

Contoh 3:

Semandiri apakah sang anak selama observasi (lingkari satu angka)?

1                      2                      3                                  4                      5

Sangat             Biasanya          Tidak tergantung         Biasanya          Sangat

Tergantung      Tergantung      dan Tidak Mandiri      Mandiri                       Mandiri

Contoh 4:

Perhatian visual atau kewaspadaan bayi:

5.   Mata selalu tertutup

4.   Mata terbuka kira-kira seperempat waktu

3.   Mata terbuka setengah waktu

2.   Mata terbuka sepertiga waktu.

1.   Mata terbuka hampir sepanjang waktu.

Contoh 5:

Tingkatan aktifitas bayi (lingkari salah satu):

1        Tidak ada kegiatan berlebihan dan tidak ada gerakan-gerakan kecil

2.   Gerakan yang sangat sedikit dan sesekali

3.   Gerakan yang sesekali

4.   Gerakan yang relatif berkelanjutan

5.   Gerakan yang berkelanjutan

Data Kuantitatif dalam Ratings Recording

Sumber utama dari data dalam peringkat adalah nilai skala (atau angka atau skor) dalam skala peringkat. Kesulitan besar sehubungan dengan peringkat adalah bahwa asumsi yang mendasari nilai skala tidak selalu jelas, pengamat dapat memiliki perbedaan dalam interpretasi dari posisi skala. Sebagai contoh, apakah hampir selalu berarti 99% hingga 100% dari waktu atau ()% hingga 100% dari waktu? Apakah sering berarti sama dalam skala 5 titik seperti dalam skala 7 titik?Menyediakan contoh yang terperinci dari perilaku berhubungan dengan tiap titik skala akan membantu Anda untuk menerapkan standar yang konsisten dalam menerjemahkan nilai skala dan akan meningkatkan keandalan antar pengamat. Selalu membuat peringkat Anda segera setelah sesi obesrvasi selesai. Jika Anda menunggu terlalu lama, Anda mungkin lupa apa yang Anda lihat atau persepsi Anda bisa saja mengalami distorsi.

Anda dapat meningkatkan skala rating yang dirancang untuk memperoleh perkiraan frekuensi kejadian dengan menahan frekuensi deskripsi dengan persentasi dari waktu. Berikut contohnya:

5. Hampir selalu (86% hingga 100% dari waktu)

4. Sering (66% hingga 86% dari waktu)

3. Sesekali (36% hingga 65% dari waktu)

2. Jarang (16% hingga 35% dari waktu)

1. Hampir tidak pernah (0% hingga 15% dari waktu)

Walaupun persentase ini membantu untuk mendefinisikan frekuensi deskripsi secara lebih tepat (“hampir selalu” hingga “hampir tidak pernah”), penilai masih harus memperkirakan seberapa sering perilaku yang terdapat di dalam pertanyaan terjadi.

Keuntungan dari Ratings Recording

Metode peringkat memiliki beberapa keuntungan:

–             Menyediakan kerangka umum dari referensi untuk membandingkan individual.

–             Sesuai untuk mencatat perilaku yang berbeda-beda.

–             Dapat digunakan untuk menilai perilaku dari banyak individual atau dari sebuah grup secara keseluruhan.

–             Mencatat aspek kualitatif dari perilaku

–             Menghasilkan data dalam bentuk yang sesuai untuk analisis statistik.

–             Efisien dalam waktu

–             Merupakan metode yang nyaman untuk mencatat persepsi dari beberapa pengamat.

Kerugian dari Ratings Recording

–             Menggunakan nilai skala yang dapat berdasarkan asumsi yang kurang jelas

–             Dapat memiliki realibilitas antar pengamat yang rendah dikarenakan istilah yang rumit atau ambigu, posisi skala yang diterjemahkan berda oleh pengamat yang berbeda, kecenderungan di antara beberapa pengamat untuk menggunakan pusat dari skala penilaian dan mengindari posisi yang ekstrim (kecenderungan kesalahan pusat), dan efek halo.

–             Tidak cocok untuk mencatat informasi kuantitatif penting, seperti frekuensi, durasi, atau latemsi dari perilaku.

–             Tidak cocok untuk mencatat kejadian yang lebih dulu dan konsekuen. Kecuali metode untuk melakukannya dibangun kedalam rancangan dari ratings recording.

–             Dapat saja tidak akurat bila terjadi penundaan waktu antara observasi perilaku dan penilaian pengamat terhadap perilaku.

Penyesuaian Diri

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:05 am

Penyesuaian Diri

1. Pengertian Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri adalah suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkingannya atau proses bagaimana individu  mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. penyesuian diri merupakan cara tertentu yang dilakukan individu untuk bereaksi terhadap tuntutan diri maupun tuntutan lingkungan. Penyesuaian diri adalah suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses serta menghasilkan hbungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup.

2. Aspek-aspek Penyesuaian Diri

a. Penyesuaian pribadi

Penyesuaian pribadi adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ia menyatakan sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dalam mampu bertindak onjektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut.

Keberhasilan penyesuaian pribadi ditandai oleh :

1)                        Tidak adanya rasa benci.

2)                        Tidak ada keinginan untuk lari dari kenyataan atau tidak percaya pada potensi dirinya.

Sebaliknya kegagalan penyesuaian pribadi ditandai oleh :

1)                        Kegoncangan emosi.

2)                        Kecemasan.

3)                        Ketidakpuasan dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya sebagai akibat adanya jarak pemisah anatara kemampuan individu dan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya.

b. Penyesuaian sosial

Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial di tempat individu itu hidup dan berinterakasi dengan orang lain. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hungan dengan anggota keluarga, masyarakat, sekolah, teman sebaya, atau anggota masyarakat luas secara umum.

Proses yang harus dilakukan individu dalam penyesuaian sosial adalah kemauan untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Setiap kelompok masyarakat atau suku bangsa memiliki sistem nilai dan norma sosial yang berbeda-beda. Dalam proses penyesuaian sosial individu berkenalan dengan nilai dan norma sosial yang berbeda-beda lalu berusaha untuk mematuhinya, sehingga menjadi bagian dan membentuk kepribadiannya.

3. Karakteristik Penyesuaian Diri

a. Penyesuaian diri yang sehat, antara lain :

1) Mampu menilai dirinya sebagaimana adanya

2) Mampu menilai situasi secara realistic

3) Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik

4) Menerima  tanggung jawab

5) Kemandirian

6) Dapat mengontrol emosi

7) Berorientasi tujuan

8) Berorientasi keluar

9) Penerimaan social

10) Memilki filsafat hidup

11) Berbahagia

b. Penyesuain diri yang tidak sehat, antara lain:

1)  Mudah marah

2) Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan

3) Sering merasa tertekan (stress atau depresi)

4) Bersikap kejam atau senang menggangu orang lain yang usianya lebih muda

5) Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum

6) Mempunyai kebiasaan berbohong

7) Hiperaktif

8) Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas

9) Senang mengkritik atau mencemooh orang lain

10) Kurang memiliki rasa tanggung jawab

11) Kurang memiliki kesadaran untuk menaati ajaran agama

12) Bersifat pesimis dalam menghadapi kehidupan

13) Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menghadapi kehidupan.

4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri

Individu dalam memberikan penilaian tentang baik buruknya penyesuaian, hendaknya juga perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penilaian individu tentang hal tersebut. Hal ini penting untuk diketahui agar individu dapat mengurangi salah penafsiran dalam memahami penyesuaian seseorang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri itu sebagai resources. Resources di definisakan sebagai hal-hal yang dapat melindungi individu dari efek frustasi dan kehilangan, sehingga individu dapat mengatasi berbagai rintangan dalam hidupnya. Dengan demikian resources sangat dibutuhkan untuk proses penyesuaian diri yang baik. Resources tersebut adalah:

a. Kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain

Dalam menjalin hubungan yang suportif terdapat hubungan erat yang sangat hangat, saling memberikan perhatian dan dukungan, serta perasaan-perasaan yang dapat di ekspresikan.

b. Kondisi fisik yang sehat

Secara umum kesehatan, tingkat energi dan kekuatan sangat berperan dalam mengatasi stress emosional dalam kehidupan, sehingga membantu dalam melakukan penyesuaian diri. Daya kesembuhan sangat berperan bagi individu dalam mengahadap persoalan dalam hidupnya hal ini juga termasuk tempramen seseorang.

c. Intelegensi

Kesuksesan psikoterapi berhubungan dengan persepsi superior, memori, analisi, pemikiran, kepintaran dan kemampuan verbal individu.

d. Hobi dan Minat-minat tertentu

Suatu aktivitas kegemaran atau hobi yang benar-benar dinikimati pada saat melakukannya dapat berfungsi sebagai penahan dan penyegaran yang dapat meminimalkan dan membantu individu tersebut dalam mentolerir ketegangan dan kecemasan yang dirasakannya, serta dapat membantu dalam mempertahankan penyesuaian diri yang baik.

e. Keyakinan religius

Dengan tingkat religius yang tinggi akan menguatkan individu dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupannya sehingga ia dapat melakukan penyesuaian diri dengan baik.

f. Impian

Cita-cita, tujuan hidup, ideologi, atau persepsi dan sikap mengenai dirinya sendiri dapat memotivasi individu untuk berusaha tersu-menerus dalam melakukan penyesuaian diri.

Fatimah, N. (2006). Psikologi perkembangan. Bandung : Pusaka Setia.

Yusuf,S. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Offset

Ali, M. & Asrori, M. (2005). Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta : PT Bumi

Aksara.

Obesitas

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:04 am

Obesitas

1. Pengertian Obesitas

Orang yang dapat dikatakan mengalami obesitas jika indeks masa tubuhnya lebih dari 30 kg/m2, dimana individu berberat badan normal memliki indeks masa tubuh sekitar 20-25kg/m2. Obesitas adalah suatu keadaan yang terjadi antara kuantitas fraksi jaringan lemak tubuh lebih berat dari pada berat badan total.

2. Faktor-faktor Penyebab Obesitas

a. Faktor-faktor Fisiologis

Faktor fisiologis ialah faktor yang berasal dari berbagai variable, baik bersifat hereditary (keturunan) maupun nonhereditary (dari luar individu, seperti : jenis makanan) yang menyebabkan individu tumbuh menjadi seorang yang berbadan gemuk.

b. Faktor-faktor Psikologis

Sebab-sebab psikologis terjadinya kegemukan, ialah bagaimana gambaran kondisi emosional yang tidak stabil yang menyebabkan individu cenderung untuk melakukan pelarian diri dengan cara banyak makan-makanan yang mengandung kalori atau kolesterol tinggi.

c. Faktor Kecelakaan atau Cidera Otak

Penyebab terjadinya kegemukan diantaranya karena kecelakaan yang menimbulkan kerusakan otak, terutama pada pusat rasa lapar. Kerusakan syaraf otak ini menyebabkan individu tidak perbah merasa kenyang, walaupun telah memakan makanan yang banyak, akibatnya badan indvidu menjadi gemuk.

3. Dampak Obesitas

a. Hipertensi

b. Diabetes

c. Stroke

d. Seasak nafas

e. Meningkatnya kemungkinan kanker

f. Osteoartistis

Davey, P. (2006). At a glance medicine. Erlangga Medical Series

Dariyo,A. (2004). psikologi perkembangan remaja. Bogor : Ghalia Indonesia

Manfaat Teh

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:02 am

Manfaat Teh

Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Dengan perkembangannya ke berbagai belahan dunia, teh telah menjadi bagian yang menyatu dengan tradisi setempat. Di Beijing, Cina, para peminum teh lebih menyukai bila diaromai dengan wangi bunga melati yang kuat dengan cara “membakar” daun teh terlebih dahulu dengan uap panas bunga melati segar. Lain halnya dengan di Mongolia dan Inggris, peminum teh lebih menyukai teh yang dicampur dengan susu sewaktu sarapan pagi. Dan bagi sebagian besar orang Indonesia , teh bukanlah minuman yang asing karena telah menjadi bagian dari budayanya.

3 macam teh hasil proses, yaitu:

1. Teh hijau

merupakan jenis teh tertua, amat disukai terutama di Jepang dan Cina. Pada pembuatannya, daun teh sedikit mengalami proses pengolahan, yaitu hanya pemanasan dan pengeringan sehingga warna hijau daun dapat dipertahankan.

2.  Teh hitam

Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam, salah satu jenis yang paling digemari di Amerika, Eropa, dan Indonesia . Cara pengolahannya, daun dirajang dan dijemur dibawah panas matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberikan rasa yang khas.

3. Teh oolong

Teh oolong lebih merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Umumnya teh oolong diproduksi dan dikonsumsi di selatan Cina dan Taiwan . Pada teh oolong, dengan adanya proses fermentasi, terdapat cita rasa dan karakteristik tersendiri. Meskipun demikian, ketiga jenis teh tersebut memiliki khasiat dan potensi kesehatan yang sama.

Manfaat teh

1. Menurunkan risiko penyakit kanker

Berbagai hasil studi menunjukan konsumsi teh berperan dalam menurunkan risiko penyakit kanker. Senyawa polyphenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. EGCg yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker.

2. Menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipida darah, tekanan darah, faktor homestatik, oksidatif stress, dan lain-lain. Beberapa studi menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah.

3. Menurunkan berat badan

Studi terbaru yang dilakukan terhadap potensi teh adalah peranannya membantu menurunkan berat badan seperti dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, 1999 . Penelitian tersebut dilakukan oleh Institute of Physiology , University of Fribourg , Switzerland , yang melibatkan 10 orang sebagai sampel. Para peneliti melakukan pengukuran 24 jam energi expenditure pada subjek yang diberi kafein (50 mg), ekstrak teh hijau (50 mg kafein dan 90 mg EGCg), serta placebo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak teh hijau secara bermakna meningkatkan 4% energi expenditure bila dibandingkan placebo. Dari penelitian tersebut, teh hijau diketahui mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berimplikasi terhadap penurunan berat badan.

4. Mencegah osteoporosis

Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 dengan melibatkan jumlah sampel wanita berusia 65 hingga 76 tahun sebanyak 1.200 orang di Cambridge, Inggris. Kesimpulan yang diambil adalah wanita yang mengkonsumsi teh ternyata memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna.

Kepercayaan Diri

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:00 am

Kepercayaan Diri

1. Pengertian Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah suatu keyakinan terhadap penilaian atas kemampuan dan kepantasan diri untuk berhasil. kepercayaan diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemempuan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkannya secara tepat.

2. Faktor-faktor Kepercayaan Diri

  1. Pola Asuh

Pola asuh ideal untuk mngembangkan kepercayaan diri adalah pola asuh demokratif, karena individu dilatih untuk berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya itu.

  1. Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang dapat berpengaruh pada kepercayaan diri dan harga diri individu tersebut.

  1. Penampilan fisik

Pembentukan kepribadian seseorang dimulai dari pengenalan diri secara fisik menurut Hurlock (1980), keadaan fisik yang tidak sempurna akan menyebabkan individu merasa terbelakang dan tidak percaya diri.

  1. Jenis Kelamin

Tingkat kepercayaan diri pada wanita lebih rendah dari pada pria, karena wanita tidak memiliki usaha untuk mempengaruhi lingkungan.

3. Ciri-ciri Seseorang Yang Memiki Kepercayaan Diri

Menurut Rini (2002), ciri-ciri seseorang yang memiliki kepercayaan diri adalah:

  1. Tidak terdorong untuk berkelompok
  2. Berani menerima penilaian dari orang lain
  3. Memiliki pengendalian emosi yang stabil
  4. Tidak mengharapkan bantuan orang lain
  5. Mempunyai cara pandang positif terhadap diri sendiri dan orang lain

Seseorang yang percaya diri yaitu, tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, tidak membutuhkan dukungan orang lain secara berlebihan, bersikap optimis dan gembira. Selain itu disebutkan bahwa individu yang percaya diri tidak perlu mencemaskan diri untuk memberikan kesan yang menyenangkan  dimata orang lain dan tidak ragu pada dirinya sendiri.

4. Komponen-komponen Kepercayaan Diri

a. Komponen kognitif

Komponen ini meliputi penilaian terhadap keadekuatan kinerja relative seseorang terhadap standar yang absolut dan perbandingan sosial.

b. Komponen afektif

Komponen ini menjelaskan bahwa percaya diri diindikasikandengan perasaan nyaman, antusias, dan kurang cemas dalam melakukan suatu aktivitas.

c. Komponen tingkah laku

Kepercayaan diri seharusnya merefleksikan tingkah laku, khususnya kesiapan seseorang untuk terlibat dalam suatu kegiatan.

5. Aspek-aspek Kepercayaan Diri

a. Kemampuan menghadapi masalah

b. Bertanggung jawab menghadapi keputusan dan tindakannya

c. Kemampuan dalam bergaul

d. Kemampuan menerima kritik

Sumber:

Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta :Puspa Swara

Hendarata, D. (2006). Bagaimana menjadi percaya diri.

http://Dennyhendrata.wordpress.com/2006/12/04/bagaimana-menjadi-percaya-diri.html.

Iswidharmanjaya, D. (2004). Satu hari menjadi lebih percaya diri. Jakarta : Elex media computindo

Kanter, M. R. (2006). Confidence (keyakinan). Alih bahasa: Agus maulana. Batam: Kharisma

Rini, J .(2002). Memupuk  rasa  percaya  diri.

http://www.e-psikologi.com/dewasa/16/2002.html.

Bibir Sumbing

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 9:57 am

Bibir Sumbing

1. Pengertian bibir sumbing

Hipocrates pada tahun 400 SM dan Galen pada tahun 150 M menjelaskan  bahwa bibir sumbing adalah celah pada bibir (Stewart, 1991). Sedangkan menurut Bartoshesky (2008) mengatakan bahwa, bibir sumbing adalah cacat pada kelahiran dimana sel-sel pada mulut atau bibir tidak berkembang dengan baik selama perkembangan janin.

Bibir sumbing adalah suatu kelainan bawaan dimana terdapat cacat atau celah pada bibir dan langit-langat (paitum)  akibat terganggunya fusi selama masa pertumbuhan intra uterine. (kandungan). Gangguan fusi tersebut terutama terjadi pada trimester  pertama kehamilan yang bisa disebabkan olah faktor gizi terutama  kekurangan asam folat, maupun karena konsumsi beberapa macam  obat dalam jangka panjang atau faktor hereditec.

2. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Bibir Sumbing

a. Faktor herediter atau bawaan

Faktor herediter ini berarti menyangkut gen penyebab bibir sumbing yang dibawa penderita. Hal ini dapat berupa :

1) Mutasi gen

2) Kelainan kromosom

b. Faktor eksternal atau lingkungan

Faktor eksternal merupakan hal-hal diluar tubuh penderita selama masa pertumbuhan dalam kandungan yang mempengaruhi atau menyebaban terjadinya bibir sumbing yaitu :

1) Faktor usia Ibu

2) Obat-obatan, seperti asetosal, aspirin (Schardein, 1985), rifampisin, fenasetin, sulfonamide, aminoglikosid, indometasin, asam flufetamat, ibuprofen, penisilamin, antihistamin, antineoplastik, kortikosteroid

3) Nutrisi,terutama pada ibu yang kekurangan folat

4) Penyakit infeksi Sifilis, virus rubella

5) Radiasi

6) Stres emosional

7) Trauma (pada trimester pertama kehamilan)

8) Kondisi ibu hamil yang mengalami rasa mual dan muntah berlebihan, berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing.

3. Bentuk-bentuk Bibir sumbing

a. Unilateral Incomplete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.

b. Unilateral Complete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

c. Bilateral Complete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi dikedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

Bartoshesky, L. E. (2008). http://kidshealth.org/pagemanager/familydoctor&article/CLP

Dharma, P. R. (2009). Bibir sumbing. Banjarmasin: RSUD Ulin

Ellicot. (2006) Cleft lip and palate http://wwwcleftline.org/story_of_the_month/aug02

Karina, N. (2008). Kenapa bibir bisa sumbing?.

http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2008/02/kenapa-bibir-bisa-sumbing.

Napoli, A & Vallino, L. (2007). Cleft lip and palate. http://kidshealth.org/teen/diseasescondition/sight/cleft.html.

Sadler, T. W. (1995). Embriologi kedokteran Langman. Jakarta: EGC

Stewart, M. D. (1991). Introduction to cleft lip and palate. Bandung: pustaka setia

Turner, S. R. (1998). Psychological Aspects of cleft lip and palate. Eropa Journal of orthodonsi 20 (1998) 407-415. Bristol-Inggris: Faculty of healt and community University of the west of England

Older Posts »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.