Sarahdevina's Blog

Juni 4, 2010

Kepercayaan Diri

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 10:00 am

Kepercayaan Diri

1. Pengertian Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah suatu keyakinan terhadap penilaian atas kemampuan dan kepantasan diri untuk berhasil. kepercayaan diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemempuan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkannya secara tepat.

2. Faktor-faktor Kepercayaan Diri

  1. Pola Asuh

Pola asuh ideal untuk mngembangkan kepercayaan diri adalah pola asuh demokratif, karena individu dilatih untuk berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya itu.

  1. Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang dapat berpengaruh pada kepercayaan diri dan harga diri individu tersebut.

  1. Penampilan fisik

Pembentukan kepribadian seseorang dimulai dari pengenalan diri secara fisik menurut Hurlock (1980), keadaan fisik yang tidak sempurna akan menyebabkan individu merasa terbelakang dan tidak percaya diri.

  1. Jenis Kelamin

Tingkat kepercayaan diri pada wanita lebih rendah dari pada pria, karena wanita tidak memiliki usaha untuk mempengaruhi lingkungan.

3. Ciri-ciri Seseorang Yang Memiki Kepercayaan Diri

Menurut Rini (2002), ciri-ciri seseorang yang memiliki kepercayaan diri adalah:

  1. Tidak terdorong untuk berkelompok
  2. Berani menerima penilaian dari orang lain
  3. Memiliki pengendalian emosi yang stabil
  4. Tidak mengharapkan bantuan orang lain
  5. Mempunyai cara pandang positif terhadap diri sendiri dan orang lain

Seseorang yang percaya diri yaitu, tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, tidak membutuhkan dukungan orang lain secara berlebihan, bersikap optimis dan gembira. Selain itu disebutkan bahwa individu yang percaya diri tidak perlu mencemaskan diri untuk memberikan kesan yang menyenangkan  dimata orang lain dan tidak ragu pada dirinya sendiri.

4. Komponen-komponen Kepercayaan Diri

a. Komponen kognitif

Komponen ini meliputi penilaian terhadap keadekuatan kinerja relative seseorang terhadap standar yang absolut dan perbandingan sosial.

b. Komponen afektif

Komponen ini menjelaskan bahwa percaya diri diindikasikandengan perasaan nyaman, antusias, dan kurang cemas dalam melakukan suatu aktivitas.

c. Komponen tingkah laku

Kepercayaan diri seharusnya merefleksikan tingkah laku, khususnya kesiapan seseorang untuk terlibat dalam suatu kegiatan.

5. Aspek-aspek Kepercayaan Diri

a. Kemampuan menghadapi masalah

b. Bertanggung jawab menghadapi keputusan dan tindakannya

c. Kemampuan dalam bergaul

d. Kemampuan menerima kritik

Sumber:

Hakim, T. (2002). Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta :Puspa Swara

Hendarata, D. (2006). Bagaimana menjadi percaya diri.

http://Dennyhendrata.wordpress.com/2006/12/04/bagaimana-menjadi-percaya-diri.html.

Iswidharmanjaya, D. (2004). Satu hari menjadi lebih percaya diri. Jakarta : Elex media computindo

Kanter, M. R. (2006). Confidence (keyakinan). Alih bahasa: Agus maulana. Batam: Kharisma

Rini, J .(2002). Memupuk  rasa  percaya  diri.

http://www.e-psikologi.com/dewasa/16/2002.html.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: