Sarahdevina's Blog

Juni 4, 2010

Bibir Sumbing

Filed under: Uncategorized — sarahdevina @ 9:57 am

Bibir Sumbing

1. Pengertian bibir sumbing

Hipocrates pada tahun 400 SM dan Galen pada tahun 150 M menjelaskan  bahwa bibir sumbing adalah celah pada bibir (Stewart, 1991). Sedangkan menurut Bartoshesky (2008) mengatakan bahwa, bibir sumbing adalah cacat pada kelahiran dimana sel-sel pada mulut atau bibir tidak berkembang dengan baik selama perkembangan janin.

Bibir sumbing adalah suatu kelainan bawaan dimana terdapat cacat atau celah pada bibir dan langit-langat (paitum)  akibat terganggunya fusi selama masa pertumbuhan intra uterine. (kandungan). Gangguan fusi tersebut terutama terjadi pada trimester  pertama kehamilan yang bisa disebabkan olah faktor gizi terutama  kekurangan asam folat, maupun karena konsumsi beberapa macam  obat dalam jangka panjang atau faktor hereditec.

2. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Bibir Sumbing

a. Faktor herediter atau bawaan

Faktor herediter ini berarti menyangkut gen penyebab bibir sumbing yang dibawa penderita. Hal ini dapat berupa :

1) Mutasi gen

2) Kelainan kromosom

b. Faktor eksternal atau lingkungan

Faktor eksternal merupakan hal-hal diluar tubuh penderita selama masa pertumbuhan dalam kandungan yang mempengaruhi atau menyebaban terjadinya bibir sumbing yaitu :

1) Faktor usia Ibu

2) Obat-obatan, seperti asetosal, aspirin (Schardein, 1985), rifampisin, fenasetin, sulfonamide, aminoglikosid, indometasin, asam flufetamat, ibuprofen, penisilamin, antihistamin, antineoplastik, kortikosteroid

3) Nutrisi,terutama pada ibu yang kekurangan folat

4) Penyakit infeksi Sifilis, virus rubella

5) Radiasi

6) Stres emosional

7) Trauma (pada trimester pertama kehamilan)

8) Kondisi ibu hamil yang mengalami rasa mual dan muntah berlebihan, berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing.

3. Bentuk-bentuk Bibir sumbing

a. Unilateral Incomplete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung.

b. Unilateral Complete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

c. Bilateral Complete

Pada jenis ini, celah sumbing terjadi dikedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

Bartoshesky, L. E. (2008). http://kidshealth.org/pagemanager/familydoctor&article/CLP

Dharma, P. R. (2009). Bibir sumbing. Banjarmasin: RSUD Ulin

Ellicot. (2006) Cleft lip and palate http://wwwcleftline.org/story_of_the_month/aug02

Karina, N. (2008). Kenapa bibir bisa sumbing?.

http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2008/02/kenapa-bibir-bisa-sumbing.

Napoli, A & Vallino, L. (2007). Cleft lip and palate. http://kidshealth.org/teen/diseasescondition/sight/cleft.html.

Sadler, T. W. (1995). Embriologi kedokteran Langman. Jakarta: EGC

Stewart, M. D. (1991). Introduction to cleft lip and palate. Bandung: pustaka setia

Turner, S. R. (1998). Psychological Aspects of cleft lip and palate. Eropa Journal of orthodonsi 20 (1998) 407-415. Bristol-Inggris: Faculty of healt and community University of the west of England

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: